wktu yg sngat singkat bgi kuw,, untuk memulai yg bru!!! hny 1 second sjaaaa................................... '-'
Rabu, 31 Oktober 2012
Senin, 29 Oktober 2012
soempah pemoeda
Teks Sumpah Pemuda Isi Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda versi orisinal / tulisan asli:Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
- Pertama : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
- Kedoea : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
- Ketiga : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
- Pertama : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
- Kedua : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
- Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Senin, 22 Oktober 2012
Persentase Reksos Bab 5 n 6
Bab 5
Manusia-Manusia Besar
Puisi Carlyle :
Bagi Bangsa Arab
Kelahiran Muhammad adalah kelahiran dari
Kegelapan Kepada cahaya
Arabia untuk pertama kalinya hidup karena kehadiran-Nya
Bangsa-bangsa gembala yang miskin yang
terasing di Sahara sejak terciptanya dunia
Seorang Nabi pahlawan dikirimkan kepada mereka
Dengan firman yang mereka percaya
Lihat bagaimana gembala-gembala yang tak
dikenal menjadi penguasa dunia
Bangsa yang kecil tumbuh menjadi bangsa uang Besar
Dan dalam satu abad sesudah itu Arabia
memanjang sejak Granadha sampai Nwe DElhi
Cemerlang dalam segala cahaya kebesaran
Arabia menyinari abad-abad yang panjang
pada bagian besar dunia
Imam memang besar dan memberikan kehidupan
Sejarah satu Bangsa menjadi tumbuh subur
Menaikkan jiwa besar segera setelah bangsa itu percaya kepada orang Arab
Orang ini-Muhammad-dan satu abad saja
Bukankah ini sebuah percikan yang jatuh dari langit
Kepada dunia padang pasir yang tidak dikenal dan kelabu
Dan lihatlah padang-padang pasir itu berubah
menjadi amunisi yang meledak
Dan sinarnya naik ke langit sejak Delhi hingga Granadha
Shade of Freatness (Bayang-bayang Kebesaran)
Kita dapat mengukur kebesaran seseorang dari sejauh mana kebesarannya itu membanyangi seseorang generasi sesudahnya.
Bab 6
REVOLUSI
garis-garis besranya :
1.Definisi Revolusi
2.Jalanya Revolusi, Revolusi Course of Revolution
3.Teori-Teori Revolusi
4.Mazhab Behavioral
5.Mazhab Psikologis
6.Mazhab Struktural
7.Mazhab Politik
Manusia-Manusia Besar
Puisi Carlyle :
Bagi Bangsa Arab
Kelahiran Muhammad adalah kelahiran dari
Kegelapan Kepada cahaya
Arabia untuk pertama kalinya hidup karena kehadiran-Nya
Bangsa-bangsa gembala yang miskin yang
terasing di Sahara sejak terciptanya dunia
Seorang Nabi pahlawan dikirimkan kepada mereka
Dengan firman yang mereka percaya
Lihat bagaimana gembala-gembala yang tak
dikenal menjadi penguasa dunia
Bangsa yang kecil tumbuh menjadi bangsa uang Besar
Dan dalam satu abad sesudah itu Arabia
memanjang sejak Granadha sampai Nwe DElhi
Cemerlang dalam segala cahaya kebesaran
Arabia menyinari abad-abad yang panjang
pada bagian besar dunia
Imam memang besar dan memberikan kehidupan
Sejarah satu Bangsa menjadi tumbuh subur
Menaikkan jiwa besar segera setelah bangsa itu percaya kepada orang Arab
Orang ini-Muhammad-dan satu abad saja
Bukankah ini sebuah percikan yang jatuh dari langit
Kepada dunia padang pasir yang tidak dikenal dan kelabu
Dan lihatlah padang-padang pasir itu berubah
menjadi amunisi yang meledak
Dan sinarnya naik ke langit sejak Delhi hingga Granadha
Shade of Freatness (Bayang-bayang Kebesaran)
Kita dapat mengukur kebesaran seseorang dari sejauh mana kebesarannya itu membanyangi seseorang generasi sesudahnya.
Bab 6
REVOLUSI
garis-garis besranya :
1.Definisi Revolusi
2.Jalanya Revolusi, Revolusi Course of Revolution
3.Teori-Teori Revolusi
4.Mazhab Behavioral
5.Mazhab Psikologis
6.Mazhab Struktural
7.Mazhab Politik
Kamis, 18 Oktober 2012
Malasss
salah satu sifat yang ada dalam diri ku,,
selalu ingin di buang tapi tidak bisa ka' kodonkkkk !!! :(
selalu ingin di buang tapi tidak bisa ka' kodonkkkk !!! :(
Selalu
kemaran yang tak pernah berujung,, kenapa mesti itu terjadi!!! (¬_¬")
huruf J,, akan selalu ada dalam diri ku, ketika kau ,, not remember Me
huruf J,, akan selalu ada dalam diri ku, ketika kau ,, not remember Me
Song ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ n Para Mahasiswa ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ
MARS UVRI
MAKASSAR
Universitas
Veteran Republik Indonesia
Derap
tegap tingkatkan barisan mu…
Satu
tekad tunjang perkuat jajaran pendidikan
Penuhi
panggilan ibu pertiwi…
Tri
dharma panji perjuanganmu
Pancasila
obor cita-cita mu…
Penerus
oerjuangan 45
Guna
abdi isi kemerdekaan
Universitas
veteran Republik Indonesia
Engkau
wadah ilmu benteng cemerlang
Jiwa
ulet pantang mundur hati besar berjuang
Demi
membangun Indonesia jaya…
PARA MAHASISWA
Kepada
para Mahasiswa
Yang
merindukan kejayaan
Kepada
rakyat yang kebingungan
Di
persimpangan jalanan
Kepada
pewaris peradaban
Yang
telah menggoreskan
Sebuah
catatan kebanggaan
Di
lembar sejarah manusia
Wahai
kalian yang rindu kemenangan
Wahai
kalian yang turun kejalan
Demi
mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk
negeri tercinta….
Jadwal kuliah
Jadwal kuliah
Semister 1
Senin
:
08.30-10.30 pend. Agama Drs.
Ridwan malik, M.Si
Mukhlis,
S.Ag, S.Pd
10.30-12.30 pengantar
bisnis Drs. H.
Baharuddin, M.Si
A.
Irwan kasim, S.E
Selasa:
08.30-10.30 Bhs. Indonesia A.
Nurdiah nallo, S.Pd, M.Hum
10.30-12.30 Pancasila Dr.
H. Abd. Azis DP, SH, MH
Rabu :
08.30-10.30 Pengantar akuntansi 1 Dr. Sudirman, SE, M.Si
10.30-12.30 Bhs. Inggris ekonomi &bsnis Dra. Roswati, M.Pd
Kamis:
10.30-1230 Pengantar ekonomi Drs.
Baharuddin, M.Si
Muh.
Nasir, SE, M.Si
12.30- Pengantar manajemen Nurmiati, SE, M.Si
Fungsi Bahasa INDONESIA
FUNGSI BAHASA INDONESIA
Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus.
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
* Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
* Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
2. Sebagai alat komunikasi.
Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4. Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
Fungsi bahasa secara khusus :
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2. Mewujudkan Seni (Sastra).
Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3. Mempelajari bahasa- bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4. Mengeksploitasi IPTEK.
Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum didalam :
1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
2. Undang- Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan lambing Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai :
1. Bahasa Nasional
Kedudukannya berada diatas bahasa- bahasa daerah. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
· Lambang kebanggaan Nasional.
Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
· Lambang Identitas Nasional.
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Berarti bahasa Indonesia akan dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.
· Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
· Alat penghubung antarbudaya antardaerah.
Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.
2. Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :
· Bahasa resmi kenegaraan.
Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta kegiatan kenegaraan.
· Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan.
Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).
· Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
· Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Kebudayaan nasional yang beragam yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.
Pengertian bahasa
Secara umum bahasa didefinisikan
sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi
yang dihasilkan alat ucap manusia.
Sebagaimana kita ketahui, bahasa
terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyaimakna, yaitu,
hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakiliKumpulan
kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut
urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah
kamus atau leksikon.
Pada waktu kita berbicara atau
menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja,
melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau
perasaan, kitaharus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu
sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa,
atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata
bahasa.
Pada bab berikutnya, sehubungan
dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperinci fonologi, morfologi,
sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang
membahas atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses
pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata.
Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan proses pembentukannya.
Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah
semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,
B. Fungsi bahasa
Fungsi utama bahasa, seperti
disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk
menyampaikan informasi (fungsi informatif).
Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih
dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran,
perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
a.untuk tujuan praktis: mengadakan
hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b.untuk tujuan artistik: manusia
mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah- indahnya guna pemuasan rasa
estetis manusia.
c.sebagai kunci mempelajari
pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta
perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis). Dikatakan oleh para ahli
budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk
bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan
kerja sama,mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang
dan peran kita masing-masing.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau,
menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.
Jika dikatakan bahwa setiap orang
membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh, misalnya,mahasiswa. Ia
membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam
setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter
juga sama. Ia memerlukaninformasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya
agar dapat menyembuhkannya dengan segera.Contoh lain, seorang manager yang
mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpainformasi tidak
mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap
orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi,
dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
C. Kedudukan dan fungsi bahasa
Indonesia
Sebagaimana kita ketahui dari uraian
di atas, bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28Oktober 1928, bahasa
Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 45,
BabXV, Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini
berarti bahwa bahasa Indonesiamempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional
dan bahasa negara.
Yang dimaksud dengan kedudukan
bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya,yang
dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai
pemakaian bahasa tersebutdi dalam kedudukan yang diberikan.
1. Bahasa Nasional
Sehubungan dengan kedudukannya
sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi. Keempat fungsi
tersebut ialah sebagai:
1.lambang identitas nasional,
2.lambang kebanggaan nasional,
3.alat pemersatu berbagai masyarakat
yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda, dan
4.alat perhubungan antarbudaya dan
daerah.
2. Bahasa Negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai
bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1.bahasa resmi negara,
1.bahasa resmi negara,
2.bahasa pengantar resmi di
lembaga-lembaga pendidikan,
3.bahasa resmi dalam perhubungan
tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
serta pemerintahan, dan
4.bahasa resmi di dalam pengembangan
kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.
D. Bahasa Indonesia baku
Bahasa Indonesia yang baku ialah
bahasa Indonesia yang digunakan orang-orang terdidik dan yangdipakai sebagai
tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. Ragam bahasa Indonesia
yangbaku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri
kecendekiaan. Yang dimaksuddengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa
tersebut selalu mengikuti kaidah atau aturan yangtetap dan mantap namun terbuka
untuk menerima perubahan yang bersistem. Ciri kecendekiaan bahasa baku dapat
dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di
berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia baku dipakai
dalam:
1.komunikasi resmi, seperti dalam
surat-menyurat resmi, peraturan pengumuman instansi resmi atau undang-undang;
2.tulisan ilmiah, seperti laporan
penelitian, makalah, skripsi, disertasi dan buku-buku ilmu pengetahuan
3.pembicaraan di muka umum, seperti
dalam khotbah, ceramah, kuliah pidato; dan
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
E. Peranan dan Fungsi Bahasa
Indonesia dalam Konteks Ilmiah
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan
yang sangat penting, antara lain, bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda
1928 yang berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional,
kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam
Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai
kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa
Indonesia. Dengan demikian ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama,
bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, sesuai dengan Sumpah
Pemuda 1928, dan kedua bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara,
sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering
diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari
pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan
tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta
isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu
makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa
merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin
menggunakannya. Antara lain :
• Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan
ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan;
yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur
serapan, dan pemakaian tanda baca.
• Dalam hal penulisan kata. Baik
kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang,
maupun gabungan kata.
• Dalam penggunaan partikel lah,
kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang
mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis
terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan
pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun,
ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
• Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa.
Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan
fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas
ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan
ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis
takbaku.
• Dalam penulisan Singkatan dan
Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti
tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri
atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda.
Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau
organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata
ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN
KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata
ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim
nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari
deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas
Iwapi Kowani.
• Dalam penulisan Angka dan Lambang
Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.
Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi.
Lambang bilangan yang dapat
dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika
beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon
mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
• Dalam pemakaian tanda baca.
Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik
koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik (“), tanda garis
miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (‘).
• Dalam pemakaian imbuhan, awalan,
dan akhiran.
Dalam penulisan ilmiah, selain harus
memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai
faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan
kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus
memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita
sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar
atau pembaca.
Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Umum
Fungsi umum bahasa indonesia adalah
sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan
kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat
bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran,
harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa.
Selain fungsi bahasa diatas, bahasa
merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang
digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar
belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1)
mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :
1. Fungsi praktis
Bahasa digunakan sebagai komunikasi
dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi cultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk
menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi artistic
Bahasa digunakan sebagai alat untuk
menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat
menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk
mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.
Mencermati keadaan dan perkembangan
dewasa ini, semakin terasakan betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam
kehidupan manusia. Tanpa bahasa kehidupan manusia terasa hampa dan tidak
berarti. Melalui peran bahasa, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi manusia
berbudi pekerti, berilmu dan bermartabat tinggi. Berdasarkan semua ini, dapat
disimpulkan fungsi bahasa yaitu sbb:
1. Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, manusia dapat
berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia
sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan
segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan
adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan
menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat
dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan
sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia,
baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa
yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui
bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif.
Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.
2. Bahasa sebagai alat untuk
menyatakan ekspresi diri
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa
merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri
seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang
dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan
keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.
Mengetahui Fungsi Bahasa Secara
Khusus :
Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Indonesia secara umum Istilahke dudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar,
bahkan pernah kita pakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia
sekarang?”, “Apa fungsi baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan
sebagainya. Kalau kita pernah memakai kedua istilah itu tentunya secara
tersirat kita sudah mengerti maknanya.
Hal ini terbukti bahwa kita tidak
pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu. Kalau demikian halnya, apa
sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa? Samakah dengan pengertian
yang pernah kita pakai? Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual
manusia, baik secara terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa
yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial.
Setelah dihubungkan dengan kehidupan
sehari- hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak
dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik
sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan
pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh
pemakainya yang berupa
kedudukan dan fungsi tertentu.
kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang
dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat bahasa) perlu dirumuskan secara
eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan
bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas
terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang
dikenakan padanya.
Di pihak lain, bagi masyarakat yang
dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian
kedua atau lebih bahasa yang digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara
sembarangan. Mereka bisa mengetahui apan dan dalam situasi apa bahasa yang satu
dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai.
Dengan demikian perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah.
Pemakainya akan berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah
disepakatinya dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang
‘masuk’ ke dalamnya.
Unsur-unsur yang dianggap
menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur- unsur yang dianggap
merugikannya akan ditolak. Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan
untuk menentukan kapan, misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak
diterima, dan kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk
kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut Politik
Bahasa Nasional, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan,
pengarahan, dan ketentuan- ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi
pemecahan keseluruhan masalah bahasa.
Rekaya Sosial penggambarannya
Judul Buku: Rekayasa Sosial -
Reformasi, Revolusi, atau Manusia Besar?
Penulis: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit: Rosda
Mungkinkah melakukan perubahan sosial tanpa upaya pelurusan kesalahan berpikir? Buku ini menjelaskan bahwa perubahan sosial (rekayasa sosial) harus dimulai dengan perubahan cara berpikir. Mustahil ada perubahan ke arah yang benar kalau kesalahan berpikir masih menjebak benak kita. Pengacauan intelektual yang masif dan intensif pada masa Orde Baru (bahkan sampai kini), merupakan hambatan terbesar dalam upaya melakukan rekayasa sosial. Buku ini bermaksud memberikan wacana besar bagi perubahan untuk Indonesia Baru. Seorang politikus atau pejuang apapun yang memiliki komitmen mestilah memahami masalah mendasar ini.
Dalam buku ini, penulis juga menguraikan bagaimana sebuah revolusi (dapat) dilakukan. Dengan cermat dan tajam, penulis memberikan korelasi antara reformasi dan revolusi. Sebuah wacana yang sangat menarik untuk kita angkat pada era Indonesia Baru sekarang. Reformasi seolah menjadi kata keramat. Siapa yang tidak reformis: Minggir! Partai yang tidak reformis: Bubar! Reformasi telah menjadi tujuan dan impian bagi Indonesia Baru. Melaksanakan reformasi berarti melakukan rekayasa sosial. Dan, bagaimanakah rekayasa sosial mesti dilakukan? Sejauh manakah rekayasa sosial harus dicapai? Mungkinkah ketika gagal reformasi, kita akan melakukan revolusi? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi begitu penting, dan karena itu pula Anda perlu membaca buku ini, secara utuh, sebagai sebuah rujukan yang akurat
Penulis: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit: Rosda
Mungkinkah melakukan perubahan sosial tanpa upaya pelurusan kesalahan berpikir? Buku ini menjelaskan bahwa perubahan sosial (rekayasa sosial) harus dimulai dengan perubahan cara berpikir. Mustahil ada perubahan ke arah yang benar kalau kesalahan berpikir masih menjebak benak kita. Pengacauan intelektual yang masif dan intensif pada masa Orde Baru (bahkan sampai kini), merupakan hambatan terbesar dalam upaya melakukan rekayasa sosial. Buku ini bermaksud memberikan wacana besar bagi perubahan untuk Indonesia Baru. Seorang politikus atau pejuang apapun yang memiliki komitmen mestilah memahami masalah mendasar ini.
Dalam buku ini, penulis juga menguraikan bagaimana sebuah revolusi (dapat) dilakukan. Dengan cermat dan tajam, penulis memberikan korelasi antara reformasi dan revolusi. Sebuah wacana yang sangat menarik untuk kita angkat pada era Indonesia Baru sekarang. Reformasi seolah menjadi kata keramat. Siapa yang tidak reformis: Minggir! Partai yang tidak reformis: Bubar! Reformasi telah menjadi tujuan dan impian bagi Indonesia Baru. Melaksanakan reformasi berarti melakukan rekayasa sosial. Dan, bagaimanakah rekayasa sosial mesti dilakukan? Sejauh manakah rekayasa sosial harus dicapai? Mungkinkah ketika gagal reformasi, kita akan melakukan revolusi? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi begitu penting, dan karena itu pula Anda perlu membaca buku ini, secara utuh, sebagai sebuah rujukan yang akurat
Ringkasan Buku Rekayasa Sosial
karya Jalaludin Rakhmad (I)
Kerancuan Berpikir dan Mitos
kemiskinan
Mustahil
ada perubahan ke arah yang benar jika kesalahan berpikir masih berada dalam
benak kita. Dalam membahas masalah sosial, kita perlu membicarakan berbagai
kesalahan pemikiran dalam memperlakukan masalah sosial. Oleh para ilmuwan,
kesalahan seperti ini biasa disebut dengan intellectual cul-de-sac,
yang artinya kebuntuan dalam pemikiran. Ada dua macam kesalahan yaitu intellectual
cul-de-sac dan mitos. Mitos adalah sesuatu yang salah tetapi dipercayai
banyak orang termasuk ilmuwan.
Kesalahan-kesalahan berpikir
1.
Fallacy of dramatic instance
Kecenderungan
melakukan Over generalisation. Yaitu menggunakan satu dua kasus untuk
mendukung argumen yang bersifat umum. Contohnya, seorang peneliti datang ke
Indonesia ingin meneliti keadaan umat Islam, karena Muslim Indonesia terbesar
di dunia. Ketika tiba di Indonesia dia mendapati fakta bahwa muslim Indonesia
itu miskin, jorok, dan hal jelek lainnya. Lalu peneliti ini mengeneralisir hal
tersebut dengan mengatakan bahwa orang Islam itu orannya miskin, jorok, dan
lain sebagainya dengan bukti penelitian yang dia lakukan di Indonesia.
2.
Fallacy of retrospective determinism
Menganggap
masalah sosial selalu ada dan tidak bisa dihindari, karena sudah ada sejak
zaman dahulu dan merupakan akibat dari sejarah yang cukup panjang. Contoh
pelacuran, kemiskinan, dan lain-lain yang sudah sejak zaman dahulu kala memang
hal-hal tersebut sudah ada dalam sejarah kehidupan manusia.
3.
Post hoc ergo propter hoc
Menyatakan
peristiwa yang terjadi berurutan saling mempengaruhi, contoh harga barang
setelah reformasi naik karena Amin Rais menurunkan Suharto.
4.
Fallacy of misplaced concretness
Mengkonkretkan
sesuatu yang sebenarnya abstark. Contohnya, mengapa orang Islamsecara ekonomi
dan politik? Karena, kita berada dalam sistem jahiliyah dan tahgut sedang
berkuasa. Tetapi, sistem jahiliyah dan thagut itu dua hal yang abstrak.
Sehingga jika jawabannya seperti itu lalu apa yang harus kita lakukan? Kita
harus mengubah sistem! Tetapi, “siapa” sistem itu? Sistem yang abstrak itu kita
pandang sebagai sesuatu yang konkret.
5.
Argumentum ad verecundiam
Berargumen
menggunakan otoritas, walaupun tidak relevan dan ambigu. Misalnya ada suatu
peristiwa, lalu ada suatu kelompok yang melihatnya sama dengan apa yang terjadi
zaman Nabi Muhammad saw atau zaman sahabat lalu melakukan penafsiran yang
memaksa pihak lain untuk membenarkan penafsiran yang mereka lakukan. Padahal
peristiwa sirah itu bisa dilihat berbeda oleh pihak yang berbeda. Sebaiknya
bila kita akan menggunakan otoritas kita menambahkan frasa “menurut pendapat
saya” atau yang sejenisnya.
6.
Fallacy of composition
Terapi
untuk satu orang pasti berhasil untuk orang lain. Misalnya dalam suatu kampung
ada seorang petani yang menjual sawahnya untuk dia belikan motor. Lalu dia
menjadi ojek. Karena dalam satu kampung tersebut hanya dia yang memiliki motor
maka dia menjadi sukses dengan bisnis ojeknya. Lalu beramai-ramai teman petani
yang lain meniru pola yang dia lakukan. Sehingga terjadi poverty sharing karena
lahan ojek yang menyempit.
7.
Circular reasoning
Pemikiran
yang berputar-putar, menggunakan kesimpulan untuk mendukung asumsi yang
digunakan lagi untuk menuju kesimpulan semula.
Misalnya
, terjadi perdebatan tentang rendahnya prestasi intelektual umat Islam
Indonesia. Orang pertama membuktikan konklusi tersebut dengan membandingkan
persentase mahasiswa Islam dan non-Islam pada program S2 dan S3. Hasilnya,
semakin tinggi tingkat pendidikan, makin menurun trend kehadiran orang Islam.
Padahal di tingkat SD, persentase muslimnya sejumlah 95%.
Lalu,
orang kedua menyatakan bahwa hal ini terjadi lantaran oran Islam tidak
diberlakukan sederajat dengan orang non-Islam. Jadi, ada perlakukan
diskriminatif terhadap orang Islam. Sampai-sampai, orang Islam sering dicoret
dari program-program pendidikan tinggi.
Orang
pertama lalu menjawab lagi. “Orang Islam dicoret karena orang meragukan
kemampuan intelektualnya.” Dengan jawaban ini, kita kembali kepada pokok
permasalahan. Akhirnya perdebatan mengalir seputar itu dan terus
berputar-putar.
Mitos Sosial
1.
Mitos deviant
Menganggap
bahwa masyarakat itu stabil, statis, dan tidak berubah. Kalaupun terjadi
perubahan, maka itu merupakan suatu penyimpangan yang stabil.
2.
Mitos trauma
Menganggap
bahwa perubahan itu menimbulkan krisis emosional dan stres mental atau dengan
kata lain jangan keluar dari zona nyaman saat ini.
Masyarakat
akan menolak perubahan apabila muncul hal-hal berikut
- Perubahan itu diduga
mengancam basic security
- Perubahan itu tidak
dipahami dengan hidup dan penuh ketidakpastian
- Dirasakan adanya
paksaan kepada masyarakat
- Dianggap bertabrakan
dengan nilai atau norma yang lebih tinggi
- Tidak sesuai dengan
kalkulasi rasional masyarakat
Menuliskan Pemahaman dari Bedah Buku
Menuliskan Pemahaman dari Bedah Buku
REFORMASI GAGAL
Selamatkan NKRI !
Menggugat UUD 2002 Hasil Amandemen,
kembali ke Pancasila dan UUD’45 Asli.
By
: Wisnu HKP Notonogoro
O
L
E
H
:
SRI
WARDANI
Reformasi
di katakan gagal karena :
Ø Reformasi
tidak membawa perubahan yang lebih baik, bahkan hanya menimbulkan dampak yang
kurang baik bagi masyarakat Indonesia dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam bidang keamanan, ekonomi, dsb.
Ø Reformasi
merupakan agenda asing yang di bawa melalui sekelompok kecil oleh para
petualagan politik yang haus akan kekuasaan.
Ø Rusaknya
tatanan berbangsa dan bernegara sejak reformasi 1998 – 2012 yakni :
·
Penguasa sumber daya ekonomi negara berada di
bawah kendali asing
·
Utang
Indonesia hingga kini sudah mencapai 2.000 Triliun Rupiah.
·
Lemahnya system pertahanan keamanan negara
Indonesia, sehingga tidak mampu mengatasi ancaman yang datang dari luar bahkan
dari dalam negara sekalipun.
·
Pelaksana demokrasi liberal telah merampas
kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan Parpol (para Politisi).
Sofhy
Jaringan
Subversi Global di Indonesia
Neolib Internasional
Sosial
Demokrat
Kelompok
Radikal
(SOSDEM) Fundamentalis
Komunis Gaya Baru
Dan
Metamorfosanya
Sofhy
Langganan:
Komentar (Atom)