Fungsi
– fungsi Manajemen
Terdapat beberapa fungsi-fungsi
menejemen yang dikemukakan para pakar, Fungsi-fungsi manajemen menurut beberapa
para pakar adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan mengikuti suatu
tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Pendapat lain bahwa fungsi
Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai
peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Fungsi-funngsi Manajemen Dari Beberapa Pakar
Fungsi-fungsi manajemen berkembang terus menjadi melebihi empat buah (banyak).
Ø Luther Gullick: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf
(Penyusunan pegawai); Pembinaan kerja; Pengkoordinasian; Pelaporan; Pengawasan;
Anggaran.
Ø George Terry: Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerak
(Actuating); Pengawasan.
Ø James Stone: Perencanaan; Pengorganisasian; Pimpinan;
Pengawasan.
Ø Kootz dan Donnel: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf
(Penyusunan pegawai), Pembinaan kerja; Pengawasan.
Ø Richard Griffin: Perencanaan; Pengorganisasian;
Pimpinan; Pengawasan.
Ø Earnest Dale: Perencanaan; Pengorganisasian; Staf
(penyusunan pegawai) Presentasi; Pengawasan.
Ø Hendry Foyal: Perencanaan; Pengorganisasian; Pimpinan;
Pengawasan.
Ø Lyndall Urwick: Peramalan; Perencanaan;
Pengorganisasian; Pemberikomando; Pengkoordinasian; pelaporan; Pengawasan.
Fungsi-fungsi
manajemen dari yang dikemukakan para pakar itu bila di rekapitulasi adalah
sebagai berikut: Peramalan; Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerak; Pimpinan;
Pemberikomando; Staf (Penyusunan pegawai); Pembinaan kerja; Pengkoordinasian;
Pelaporan; Presentasi; Pengawasan; Anggaran.
Dari
klasifikasi fungsi-fungsi manajemen di atas, tampak bahwa di antara para
ahli ada kesamaan pandangan tentang fungsi manajemen. Seluruh ahli sependapat
bahwa fungsi pertama dari manajemen adalah perencanaan, kemudian ditindak
lanjuti dengan pengorganisasian. Luther Gullick menambahkan satu fungsi lagi,
yang tidak disinggung ahli lain, yang akan berjalan dengan baik jika disertai
dengan usaha pembiayaan dalam bentuk rencana anggaran, dan pengawasan anggaran.
Luther Gullick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang
ilmu pengetahuan
yang berusaha secara sistematis untuk
mamahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat
sistem kerjasama ini lebih manfaat bagi kamanusiaan.
Manajeman dikatakan baik apabila memiliki tujuan dan sasaran yang jelas dan
diketahui oleh semua orang yang terlibat dalam kegiatan.
Selanjutnya, menyusun langkah-langkah untuk mencapai
tujuan dengan memanfaatkan segala sumber daya (manusia, dana, sarana, kesempatan, sumber alam dan lainnya) secara optimal, efektif dan efesien. Tiap elemen-elemen ditata agar tidak tumpang tindih.
tujuan dengan memanfaatkan segala sumber daya (manusia, dana, sarana, kesempatan, sumber alam dan lainnya) secara optimal, efektif dan efesien. Tiap elemen-elemen ditata agar tidak tumpang tindih.
Masing-masing fungsi manjemen yang dikemukakan
di atas, akan dipaparkan pada bagian berikut dengan mengacu pada
pengklasifikasian dari LUTHER GULLICK (POSDCoRB) merupakan inisial dari fungsi-fugsi manajemen
.
1)
Planning
(Perencanaan)
Perencanaan yang kata
dasarnya “rencana” pada dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan
segala aktifitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa
yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan mengacu pada
pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di masa depan, bagaimana
melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas
tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.
Fungsi dari perencanaan
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Menjelaskan berbagai masalah.
b. Menentukan prioritas masalah
c. Menentukan tujuan dan indicator keberhasilan
d. Mengkaji
hambatan dan kendala
e. Menyusun rencana kerja operasioanal
Sedangkan manfaat
perencanaan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada
waktu mendatang.
b. Dimungkinkan melakukan pilihan dari berbagai
alternatif tindakan.
c. Mengarahkan perhatian pada tujuan.
d. Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan.
e. Memudahkan melakukan koordinasi diantara
berbagai organisasi
f. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti,
sehingga menghemat waktu, usaha dan dana.
Tahap-tahap
perencanaan :
a. Perumusan
tujuan, pada tahap ini penyususn perencanaan harus merumuskan tujuan yang
hjendak di capai di masa yang akan datang.
b. Perumusan
kebijaksanaan, yakni merumuskan bagaiaman usaha untuk mencapai tujuan yang
telah dirumuskan dalam bentuk tindakan-tindakan yang terkoordinir terarah dan
terkontrol.
c. Perumusan
prosedur, yakni menentukan batas-batas dari masing-masing komponen (sumberdaya).
d. Perencanaan
skala kemajuan, merumuskan standar hasil yang yang akan diperoleh melalui
pelaksanaan aktivitas pada waktu tertentu.
e. Perencanaan
bersifat menyeluruh, maksudnya setelah tahap a s/d d dirumuskan dengan baik.
Persyaratan
yang dimaksud terdiri dari :
a. Harus
didasarkan pada tujuan yang jelas, maksudnya semua komponen perencanaan
dikembangkan dengan berorientasi pada tujuan yang jelas.
b. Bersifat
sederhana, realistis, dan praktis, maksudnya perencanaan yang dibuat tidak
bersifat muluk-muluk.
c. Terperinci,
maksudnya harus memuat segala uraian dan klasifikasi rangkaian tindakan yang
akan dilaksanakan.
d. Memiliki
fleksibilitas artinya perencanaan yang dibuat tidak bersifat kaku.
e. Terdapat
perimbangan antara unsure atau komponen yang terlibat dalam pencapaian tujuan .
f. Diupayakan
adanya penghematan sumber daya serta kemungkinan diadakannya sumberdaya
tersebut di masa-masa aktivitas sedang berlangsung.
g. Diusahakan
agar tidak terduplikasi dalam pelaksanaan.
Kegiatan seorang manejer adalah
menyusun rencana. Menyusun rencana, berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan
dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan
untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan
perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1) Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2) Mengapa tindakan itu harus dikerjakan ?
3) Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4) Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6) Bagaimana cara melaksanakan tindakan itu ?
1) Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2) Mengapa tindakan itu harus dikerjakan ?
3) Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4) Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6) Bagaimana cara melaksanakan tindakan itu ?
2)
Organizing
(Pengorganisasian )
Pengoganisasian
diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam
kerja sama di sekolah. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan
melaksanakan tugas sesuai pronsip pengorganisasian. Sehingga pengorganisasian
dapat disebut sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta
mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk memunjang tugas orang-orang itu
dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin
pencapaian tujuan.
Efesiensi dalam
pengorganisasian adalah pengakuan terahadap sekolah-sekolah pada penggunaan
waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai tujuan, yaitu alat
yang diperlukan, pengalokasian waktu, dana dan sumber daya sekolah.
3)
Staffing
(Penyusunan pegawai)
Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya, staffing
juga merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Tetapi agak berbeda dengan
fungsi lainnya, penekanan dari fungsi ini lebih difokuskan pada sumber daya
yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan diorganisasikan
secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Aktifitas yang
dilakukan dalam fungsi ini, antara lain menentukan, memilih, mengangkat,
membina, membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan
dan atau seni pembinaan sumber daya manusia.
Penyediaan staf
merupakan pengarahan dan latihan sekelompok orang yang mengerjakan sesuatu
tugas, dan memelihara kondisi kerja yang menyenangkan. Dalam upaya
mengembangkan staf metode yang dapat dipergunakan, antara lain: latihan
jabatan, penugasan khusus, simulasi, permainan peranan, satuan tugas
penelitian, pengembangan diri dan seterusnya. Sementara itu ada tiga tipe
program pengembangan staf yang terdiri dari: presupervisory programs, middle
management programs dan executive development programs.
4)
Directing
(Pengarahan)
Pengarahan adalah
penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas
yang terlibat, baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas
dapat berjalan dengan lancar, dengan pengarahan staff yang telah diangkat dan dipercayakan
melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis
program yang telah ditentukan.
Dalam
pelaksanaannya pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan controlling
sambil mengawasi, manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana
seharusnya pekerjaan dikerjakan.
Jika
pengarahan yang disampaikan manajer sesuai dengan kemauan dan kemampuan dari
staf, maka staf pun akan termotivasi untuk memberdayakan potensinya dalam
melaksanakan kegiatannya
Fungsi
pengarahan melibatkan pembimbingan dan supervisi terhadap usaha-usaha bawahan
dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran organisasi. Dalam kaitannya dengan
fungsi ini, ilmu-ilmu perilaku telah memberikan sumbangan besar dalam
bidang-bidang motivasi dan komunikasi.
5)
Coordinating
(Koordinasi)
Koordinating
atau pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan,
kekosongan kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan
pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Koordinasi adalah mengimbangi dan
menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan
masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan
yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
Pengkoordinating
merupakan suatu aktivitas manajer membawa orang-orang yang terlibat organisasi
ke dalam suasana kerja sama yang harmonis.
Dengan adanya
pengoordinasian dapat dihindari kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak
sehat dan kesimpangsiuran di dalam bertindak antara orang-orang yang terlibat
dalam mencapai tujuan organisasi.
Koordinasi ini mengajak
semua sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah
yang telah ditentukan.
Koordinasi diperlukan
untuk mengatasi kemunginan terjadinya duplikasi dalam tugas, perebutan hak dan
wewenang atau saling merasa lebih penting di antara bagian dengan bagian yang
ada dalam organisasi. Pengorganisasian dalam suatu organisasi , termasuk
organisasi pendidikan, dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti :
a. Melaksanakan
penjelasan singkat
b. Mengadapat
rapat kerja
c. Memberikan balikan tentang hasil suatu
kegiatan.
6)
Reporting
(Pelaporan)
Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang
berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan
dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat
vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat
dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal
penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
Segala kegiatan
organisasi pendidikan mulai dari perencanaan hingga pengawasan, bahkan
pemberian umpan balik tidak memiliki arti jika tidak direkam secara baik
melalui pencatatan-pencatatan yang benar dan tepat. Semua proses dan atau
kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam organisasi formal, sperti
lembaga pendidikan, pada umumnya selalu dipertanggung jawabkan.
Pertanggung jawaban ini tidak dapat dilakukan jika tiudak didukung dengan
data-data tentang apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan dalam organsasi
tersebut, data-data tersebut dapat diperoleh bila dilakukan pencatatan dan
pengdokumentasian yang baik.
Fungsi
ini memgang peranan penting dalam memberhasilkan kegiatan manjemen pendidikan.,
fungsi ini umumnya lebih banyak ditangani oleh bagian ketatusahaan. Hasil
catatan ini akan digunakan manajer untuk membuat laporan tentang apa telah, sedang
dan akan dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi
recording and reporting ini akan berhasil jika tata kearsipan dapat dikelola
secara efektif dan efesien.
7)
Controlling
(Pengawasan)
Proses pengawasan
mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi
penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan
korektif sebelum terlambat.
Melalui pengawasan yang
efektif, roda organisasi, implementasi rencna, kebijakan, dan upaya
pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Penampilan
mengindikasikan bahwa secar langsung berhubungan dengan strategi sekolah
(seperti input siswa, mutu pengelola, mutu lulusan, resep masyarakat, dan
seterusnya. Mungkin biasa menyediakan sinyal peringatan awal dari perjalanan
panjang yang efektif. Pengawasan strategi sekolah sering disebut “pengawasan
strategi”. Sebab fokusnya pada kegiatan yang dilakukan sekolah untuk mencapai
tujuan strategi, sehingga menjadi sekolah lebih bermutu. Pengawasan diartikan sebagai
salah satu kegiatan mengetahui realisasi perilaku personal sekolah dan apakah
tingkat pencapaian tujuan sesuai yang dikehendaki, dan dari hasil pengawasan
apakah dilakukan perbaikan.
Kenyataan menunjukkan,
pengawasan dalam institusi pendidikan dilihat dari praktek menunjukkan
tidak dikembangkan untuk mencapai efektivitas, efesiensi, dan produktifitas,
tetapi lebih dititik beratkan pada kegiatan pendukung yang bersifat progress
checking, tentu saja hal yang demikian bukanlah jawaban yang tepat untuk
mencapai visi dan misi pendidikan. Yang ujung-ujungnya perolehan mutu
yang kompetitif menjadi tidak terwujud.
Prinsip-prinsip
pengawasan yang perlu diperhatikan menurut massie (1973:89)
a. Tertuju
kepada strategi sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan.
b. pengawasan
harus menjadi umpab balik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan.
c. Harus fleksibel dan responsive terhadap
perubahan-perubahan kondisi dan lingkungan.
d. Cocok dengan organisasi pendidikan
misalnya organisasi sebagai system terbuka.
e. Merupakan control diri sendiri.
f. Bersifat
langsung yaitu pelaksanaan control di tempat pekerja dan
g. Memperhatikan
hakikat manusia dalam mengontrol para personal pendidiklan.
Sejalan dengan
prinsip-prinsip tersebut oteng sutisna (1983 : 203)
a. Menegaskan
bahwa tindakan pengawasan terdiri dari tiga langka universal.
b. Mengukur
perbuatan atau kinerja.
c. Membandingkan
perbuatan dengan standar yang ditetapkan dan menetapkan perbedaan-perbedaan
jika ada dan
d. Memperbaiki
penyimpangan dengan tindakan pembetulan.
Pengawasan manajemen
sekolah adalah usaha sistematis menetapkan standar prestasi (performance
standard) dengan perencanaan sasarannya guna mendesain system informasi umapan
balik.
Membandingkan prestasi
kerja dengan standar yang telah ditetapkan lebih dahulu adalah penting, untuk
menentukan apakah ada penyimpangan (deviation) dan mencatat besar kecilnya
penyimpangan, kemudian mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan,
bahwa semua sumber sekolah dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
Pengawasan dan
pengendalian sekolah dilakukan oleh kepala sekolah, pengawasan layanan belajar
harus dilakukan oleh supervisor, dan pengawasan layanan teknis kependidikan
dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu. Pengendalian
dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelanggaraan sekolah yang dapat
dipergunakan untuk menjalankan operasi sekolah dan banyak metode pengendalian
yang mencakup anggaran belanja (budget), perhitungan rugi laba, dan
sarana-sarana keuangan lainnya agar pelaksanaan operasi sekolah dapat berhasil
dengan baik. Kualitas layanan belajar akan diawasi melalui metode pengawasan
kualitas menurut ilmu statistic dan ilmu pendidikan dalam pengukuran
kemajuan belajar dan kinerja sekolah secara keseluruhan.
Kegiatan monitoring dan
pengawasan adalah kegiatan untuk mengumpulkan data tentang penyelenggaraan
suatu kerja sama antara guru, kepala sekolah, konselor, supervisor dan petugas
sekolah lainnya dalam instituasi sekolah.
8)
Budgeting
( Pembuatan Anggaran)
LUTHER GULLICK
mengemukakan bahwa penganggaran termasuk salah satu fungsi manajemen. Penganggaran
adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan
fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua
hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme.
APBN merupakan kependekan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
APBN adalah anggaran pendapatan dan belanja negara Republik Indonesia setiap
tahun yang telah disetujui oleh anggota DPR (Dewan perwakilan Rakyat).
APBD merupakan kependekan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
APBD adalah anggaran pendapatan dan belanja daerah setiap tahun yang telah
disetujui oleh anggota DPRD (Dewan perwakilan Rakyat Daerah).
Dalam penyusunan anggaran dipertimbangkan
faktor-faktor sebagai berikut :
a.
Pengetahuan tentang tujuan dan
kebijakan umum perusahaan.
b.
Data masa lalu.
c.
Kemungkinan perkembangan kondisi
ekonomi.
d.
Pengetahuan tentang taktik, strategi
pesaing, dan gerak-gerik pesaing.
e.
Kemungkinan adanya perubahan
kebijakan pemerintah.
f.
Penelitian untuk pengembangan
perusahan.
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan
mengucapkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT. karena atasrahmat dan
karunianya-Lah, saya dapat menyelesaikan Tugas Manajemen ini yaitu
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN , ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Shalawat dan
salam tidak lupa saya sampaikan kepada Rasulallah saw. Yang dengan
perantara-Nyalah kita semua dapat merasakan nikmatnya kehidupan.
Tugas ini di
susun berdasarkan pencarian saya dari beberapa sumber yang saya peroleh, dan
dilengkapi dari pustaka-pustaka yang mendukung.
Tugas ini dibuat
dengan tujuan untuk mengetahui FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN menurut LUTHER GULLICK
yang terbagi atas delapan fungsi dengan singkatan (POSDCoRB) . Namun demikian, saya telah berupaya
dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai
dengan baik dan oleh karenanya, saya dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul
guna penyempurnaan tugas ini.
Akhirnya saya
memberanikan diri dan berharap, semoga tugas ini dapat bermanfaat dan berguna
bagi kita semua.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb
Penyusun
Makassar,
Oktober 2012
DAFTAR
PUSTAKA
prima-k-u-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-35153
ranggablack89.wordpress.com/.../fungsi-manajemen
http://mbegedut.blogspot.com/2011/05/fungsi-manajemen-pendidikan-menurut.html">Fungsi
Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli : Makalah Manajemen Pendidikan</a>
lizenhs.wordpress.com/2011/06/.../fungsi-fungsi-manajemen
Tugas pengantar Manajemen
FUNGSI
– FUNGSI MANAJEMEN (LUTHER GULLICK)
Oleh
SRI WARDANI
12 52 004
FAKULTAS
EKONOMI
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar